Kegiatan

DESA LEBOSARI GELAR REMBUG STUNTING UNTUK PERKUAT KOMITMEN CEGAH STUNTING SEJAK DINI

Pemerintah Desa Lebosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, menyelenggarakan Rembug Stunting dalam rangka konvergensi percepatan pencegahan stunting untuk penyusunan RKP 2027

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah, tenaga kesehatan, serta lembaga desa yang memiliki peran dalam upaya penurunan angka stunting.

Dalam sambutannya, Kepala Desa M. Lutfi Kurniawan menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

 

Mewakili Camat Kangkung, Nita Noviyanti, S.E. menyampaikan bahwa meskipun terdapat kebijakan penyesuaian atau pengurangan alokasi Dana Desa, pemerintah desa tetap harus mampu mengoptimalkan anggaran yang tersedia, terutama untuk mendukung program prioritas penanganan stunting. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting harus tetap menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan desa.

"Dengan adanya penyesuaian anggaran, pemerintah desa harus semakin cermat dalam menentukan skala prioritas. Program yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan stunting harus tetap dioptimalkan agar pelayanan kepada ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting tetap berjalan dengan baik," ujar Nita Noviyanti.

 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kangkung I, dr. Endah Puspitorini, menyampaikan materi mengenai pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, pemantauan tumbuh kembang balita, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat. Beliau juga mengajak seluruh kader kesehatan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar angka stunting di Desa Lebosari dapat terus ditekan.

 

Dalam forum tersebut, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Lebosari menyampaikan laporan hasil pendataan terbaru. Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 33 balita yang mengalami stunting di Desa Lebosari. Data tersebut menjadi perhatian bersama sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan program dan pengalokasian anggaran pada RKPDes Tahun Anggaran 2027 agar intervensi penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

Melalui sesi diskusi, para peserta juga menyampaikan berbagai usulan dan masukan terkait peningkatan layanan kesehatan, pemenuhan gizi balita, sanitasi lingkungan, pemberdayaan kader, serta penguatan peran keluarga dalam pencegahan stunting. Seluruh hasil pembahasan akan menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembangunan Desa Lebosari Tahun Anggaran 2027.

Kegiatan Rembug Stunting berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Lebosari menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam rangka percepatan penurunan stunting sekaligus menyusun program pembangunan desa yang tepat sasaran melalui RKPDes Tahun Anggaran 2027.

Share :