Kendal, 14 Agustus 2026 Kelompok tani tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas pertanian masyarakat, tetapi juga menyimpan sejarah, pengalaman, serta bentuk kerja sama yang berkembang di tengah kehidupan desa. Di Desa Lebosari, mahasiswa KKN UNDIP melihat pentingnya mendokumentasikan perjalanan kelembagaan kelompok tani sebagai bagian dari upaya mengenali potensi sosial dan pertanian desa. Gagasan tersebut diwujudkan melalui program pendokumentasian sejarah dan dinamika kelompok tani Desa Lebosari dengan menggali informasi mengenai terbentuknya Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), perkembangan kelompok, serta peran kelembagaan tersebut bagi masyarakat.
Proses pendokumentasian dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pihak desa serta masyarakat yang mengetahui sejarah kelompok tani. Informasi yang digali tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pertanian, tetapi juga mengenai bagaimana kelompok tani terbentuk, siapa saja yang terlibat, serta bagaimana keberadaannya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Lebosari. Pendekatan tersebut digunakan untuk melihat kelompok tani tidak semata-mata sebagai organisasi pertanian, tetapi juga sebagai ruang sosial tempat masyarakat membangun kerja sama dan bertukar pengetahuan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara, Gapoktan Desa Lebosari terbentuk pada tahun 2014 sebagai bagian dari program Dinas Pertanian. Pada awal pembentukannya, Gapoktan menaungi dua kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Silanggar dan Kelompok Tani Jangkrik. Kelompok Tani Silanggar diketuai oleh Bapak Mashadi, sedangkan Kelompok Tani Jangkrik diketuai oleh Bapak Din. Informasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penyusunan dokumentasi sejarah kelompok tani Desa Lebosari. Bagi Rafif Ulil Fahmi, mahasiswa Antropologi Sosial yang terlibat dalam program ini, pendokumentasian sejarah kelompok tani penting dilakukan karena keberadaan kelompok tani tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pertanian, tetapi juga dengan hubungan sosial masyarakat.
“Kami mencoba melihat kelompok tani bukan hanya dari sisi pertaniannya, tetapi juga dari sisi masyarakatnya. Ada sejarah pembentukan, orang-orang yang terlibat, kerja sama, dan pengetahuan yang berkembang di dalam kelompok. Hal-hal seperti ini penting untuk didokumentasikan supaya tidak hanya tersimpan dalam ingatan masyarakat.”

Mahasiswa KKN UNDIP melakukan wawancara bersama petani Desa Lebosari untuk menggali informasi mengenai aktivitas, kondisi, dan potensi pertanian desa.
Keberadaan Gapoktan sendiri memiliki peran dalam memperkuat hubungan antarkelompok tani. Secara umum, Gapoktan menjadi wadah untuk mengoordinasikan kelompok tani, menghubungkan petani dengan pihak pemerintah maupun pihak luar, serta mendukung berbagai kebutuhan pertanian. Perannya juga mencakup penyediaan sarana produksi seperti pupuk dan benih, pengelolaan permodalan, pengolahan hasil, pemasaran hasil pertanian, hingga penyampaian informasi dan pengetahuan mengenai pertanian.
Pendekatan tersebut juga menunjukkan bahwa kehidupan pertanian di Desa Lebosari memiliki dimensi sosial yang cukup kuat. Di balik aktivitas menanam, merawat, dan memanen terdapat hubungan sosial, pengetahuan yang diwariskan, pola komunikasi, serta bentuk gotong royong yang turut membentuk kehidupan masyarakat. Karena itu, penggalian sejarah kelompok tani menjadi salah satu cara untuk melihat sisi sosial-budaya yang berada di balik sektor pertanian Desa Lebosari.
Informasi yang telah dihimpun kemudian disusun dalam bentuk poster infografis sejarah dan dinamika kelompok tani Desa Lebosari. Poster tersebut memuat informasi mengenai pengertian Gapoktan, sejarah pembentukannya pada tahun 2014, peran dan fungsi Gapoktan, serta gambaran kelompok tani yang berada di bawahnya. Poster juga memperkenalkan komoditas pertanian yang berkembang di Desa Lebosari, seperti tembakau, jagung, dan padi.
Kepala Desa Lebosari, M. Lutfi Kurniawan, menyampaikan bahwa dokumentasi mengenai kelompok tani dapat menjadi bagian dari arsip desa dan membantu masyarakat mengenal kembali perjalanan sektor pertanian di wilayahnya. “Kelompok tani merupakan bagian dari perjalanan pertanian di Desa Lebosari. Dengan adanya dokumentasi seperti ini, sejarah dan perkembangan kelompok tani bisa lebih dikenal, terutama oleh generasi muda. Kami berharap informasi yang sudah dikumpulkan dapat terus dilengkapi dan menjadi arsip bagi desa.”
Penyusunan poster tidak hanya ditujukan sebagai media publikasi, tetapi juga sebagai bentuk dokumentasi sederhana mengenai perjalanan kelembagaan pertanian di Desa Lebosari. Informasi mengenai sejarah kelompok tani yang sebelumnya lebih banyak tersimpan melalui ingatan dan cerita masyarakat mulai dihimpun menjadi dokumentasi yang dapat dilihat dan dipahami oleh masyarakat secara lebih mudah.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berupaya menjadikan sejarah kelompok tani sebagai bagian dari arsip sosial Desa Lebosari. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dengan menambahkan informasi mengenai perkembangan kelompok, kegiatan yang pernah dilakukan, serta perubahan kehidupan pertanian masyarakat dari waktu ke waktu.
Lebih dari sekadar mendokumentasikan sebuah organisasi, penggalian sejarah Gapoktan menjadi upaya untuk merekam perjalanan masyarakat yang selama ini berperan dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian desa. Sejarah kelompok tani tidak hanya berbicara mengenai kapan sebuah kelompok berdiri, tetapi juga mengenai orang-orang, kerja sama, pengetahuan, dan pengalaman yang membuat kelompok tersebut tetap menjadi bagian dari kehidupan Desa Lebosari.
Penulis: Rafif Ulil Fahmi
DPL: Dea Adielyani, S.M., M.M.
Fotografer: Dea Angelina Syafitri
Kontak Media : kknlebosari2026@gmail.com
Share :